Kamis, 22 September 2011

SEJARAH : Bike to WORK Indonesia

Om, karena kami sudah mulai berkenalan dengan bike to work di hari ini, maka tak ada salahnya kami ingin mengenal lebih dekat apa itu B2W : ikutan SHARE ya....

Sejarah B2W

Ruskandar Jusuf28 Maret 2011, 22:0131 komentar di Kategori: Umum

Tulisan di bawah ini adalah tulisan Om Ozy yang saya upload dari dokumen pribadi saya seputar B2W. Mudah2an bermanfaat dan menjadi motivasi kita bersama untuk terus aktif melakukan kampanye B2W!

Assalamu'alaikum wr.wb dan salam sejahtera untuk kita semua,

Rekan-rekan tercinta yang saya hormati,

Mengingat banyak rekan-rekan yang belum dan ingin mengetahui sejarah slogan B2W, berikut ini adalah rangkuman perjalanan ter"PILIH"nya slogan/logo B2W.

Organisasi resmi Pekerja Bersepeda Indonesia, terlahir dari dipercayanya formartur Komunitas Pekerja Bersepeda yang diwakili oleh 3T (Taufik, Toto dan Tekad). Tugasnya tidak lain membentuk organisasi yang lebih formal dengan om Taufik Hidayat sebagai Ketum dan om Toto Sugito sebagai Ketua Harian yang terbentuk dibulan Mai 2005.

Singkat cerita, menjelang akhir tahun 2005 karena ada kepentingan pribadi, om Taufik Hidayat mengundurkan diri sebagai Ketum. Secara aklamasi pada rapat pleno Pengurus ditetapkan om Toto sebagai Ketua Umum, dan Ozy yang tadinya membantu sebagai Penasehat didaulat untuk membantu om Toto sebagai Ketua.

Pelan tapi pasti identitas dalam bentuk keseragaman slogan/logo mulai mencuatkan pemikiran yang lebih matang, kita harus mempunyai keseragaman sikap yang lebih baik.

Pada periode kepengurusan inilah kita mulai merasakan pentingnya suatu simbol komunitas yang baku dan standar. Dari sekian banyak usulan logo yang masuk, akhirnya logo hasil karya om Abby Kahuna yang dipilih untuk menjadi standar. Logo ini pulalah yang didaftarkan hak patennya.

Pembicaraan slogan yang diwujudkan dalam bentuk logo sebenarnya sudah menjadi bahan diskusi dari awal 2005. Diawali dengan ajakan dari pakdhe Momi untuk bergabung dalam komunitas pekerja bersepeda sekaligus membantu untuk membesarkannya. Mulailah terpikir sarana marketing apa yang bisa dilakukan. Jangan dibayangkan keadaanya seperti hari ini ya..., dimana berbagai bentuk merchandise sudah banyak tersedia, mulai dari jersey, kaos, pin, sticker bahkan biketag.

Atas inisiatip pakdhe Momi untuk membuat T-shirt sebagai seragam komunitas, maka saya dibantu oleh rekan yang kebetulan salah satu pendiri Dagado, akhirnya dibuatlah sekitar 160 buah T-shirt dengan dua jenis logo yang berbeda, kenapa tidak standar dan berbeda pula???

Kenyataannya diawal 2005 kala itu, kita memang belum mempunya logo yang standar. Jangankan logo, slogan yang di-usung-pun belum seragam. Akhirnya dari beragam macam usulan yang dibahas kesepakatan mengerucut pada 2 pilihan yakni "bike-to-Go" dan "bike-to-Work" dan pilihan inilah akhirnya menjadi disain pada T-shirt yang dibuat (lihat gambar terlampir).

Dalam pembahasan mengenai slogan ini sempat mencuat karena muncul pemikiran bagaimana dengan b2school, b2campus atau rekan2 pekerja yang sudah terlebih dahulu menggunakan sepeda untuk hidup, bike-for-work (b4w).

Kenapa tidak pakai terminologi yang lebih generik seperti bike-to-Go agar bisa mewakili keseluruhan pengguna sepeda.

Dari hasil browsing di internet, serta pengalaman pribadi dari beberapa rekan yang kebetulan sempat menghirup udara segar ketika tinggal di negeri keju. Akhirnya di "PILIH" dan di"SEPAKATI" untuk menggunakan terminologi "bike-to-work" . Hal ini dilakukan semata-mata hanya sebagai PILIHAN mengingat B2W memang sudah menjadi jargon yang lebih dikenal sehingga lebih memudahkan dalam mengkampanyekannya.

Memang untuk memudahkan pengertian makna "work" dalam kalimat singkat bike-to-work, disepakati bahwa makna "work" bisa diartikan seluas-luasnya termasuk "work" ke sekolah, kampus, atau apa saja.

Lalu salahkah kita kalau kita hendak mempromosikan B2S atau B2C, jelas tidak ...!!!, karena diluar sana program ini juga sudah mulai digalakkan kepada masyarakat. Lalu kenapa kita tidak mulai memasyarakatkan dari sekarang. Sekali lagi ini adalah masalah strategi yang kita pilih dan sepakati, mengingat kita B2S dan B2C membutuhkan pemikiran yang lebih matang dan bertanggung jawab. Jelaslah mengapa komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia, secara sadar dan sistematis memang memilih slogan "Bike-to-Work" .

Lalu, kenapa kita tidak mengikuti saja strategi yang ada dinegara maju? Perlu diketahui, tidak seperti kebanyakan negara-negara yang sudah sukses menerapkan program berSepeda sebagai sarana transportasi dengan membangun infrastruktur bersepeda yang memadai, sehingga bersepeda menjadi aman dan nyaman. Dimana negara-negara tersebut membangun infrastruktur bersepeda dengan inisiatif dan dukungan kuat dari pemerintahnya.

Katakanlah seperti Belanda yang akibat dari krisis BBM sekitar 40-50 tahun yang lalu, lalu pemerintah Belanda akhirnya mengeluarkan undang-undang serta peraturan terkait agar orang mau untuk menggunakanan sepeda sebagai sarana transportasi, dibarengi dengan dibangunnya sarana dan prasarana untuk berSepeda yang aman dan nyaman.

Demikian juga demikian kota Bogota, akibat dari kemacetan yang demikian parahnya, akhirnya pemerintah kota Bogota berinisiatif merubahnya dengan menggalakan sarana angkutan umum dan bersepeda yang nyaman dan aman.

Satu hal yang perlu dipahami, sekalipun kegiatan kampanye terkesan banyak menggarap masyarakat di level eksekutif, ini hanyalah strategi taktis untuk mempercepat program getok-tular. Diharapkan keterlibatan mereka akan memudahkan bagi karyawan dibawahnya mendapat dukung baik moril maupun prasarana parkir sepeda dan kamar mandi. Jadi jelas strategi yang kita pilih untuk menggalakan program B2W ini tidak membatasi siapa saja yang bisa terlibat, baik itu pekerja kantoran, pekerja pertokoan, pengusaha, buruh, pelajar, mahasiswa dan sebagainya.

Hal ini penting untuk dimengerti agar kita semua berusaha terus meningkatkan value dari komunitas B2W itu sendiri dalam satu kebersamaan, dan terbukti berhasil dengan mulai "melek"nya pejabat mulai dari level menteri hingga pemkot/pemda maupun dari level CEO hingga karywan biasa untuk melakukan aktivitas bersepeda ke tempat kerja. Bahkan tidak sedikit mahasiswa/mahasiswi serta adik-adik yang masih dibangku sekolah

berpartisipasi aktif dalam progam B2W ini.

Dengan semakin diakuinya eksistensi B2W-Indonesia, semakin besar fungsi tawar kita dan semakin cepat pula kemungkinan akan terwujudnya cita-cita yang kita canangkan, yakni terciptanya JALUR SEPEDA yang nyaman dan aman.

Jika impian di atas sudah menjadi kenyataan, barulah kita mulai berkampanye untuk B2S dan B2C seperti yang saat ini tengah digaungkan oleh negara-negara yang sudah beberapa langkah didepan kita. Namun untuk saat ini, saya menghimbau kepada rekan-rekan semua agar untuk bersabar, jika saatnya sudah tepat mari kembangkan program B2S dan B2C.

Semua yang kita lakukan seyogyanya adalah suatu pilihan, bukan masalah mana yang benar atau yang salah, jika dalam perjalanannya dirasa ada yang lebih efektif dan optimal, mari kita diskusikan secara bijaksana dan sepakati yang terbaik.

Semoga penjelasan singkat ini bisa memberi kejelasan kepada kita semua, agar kita bisa tetap bersatu dalam menggapai cita-cita dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dengan berSepeda. Apalagi sich yang bisa kita tinggalkan untuk generasi muda mendatang dari negeri tercinta Indonesia ini ...

Salam - Ozy

Ketua b2w-Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar