Tampilkan postingan dengan label Artikel Bike to Work. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Bike to Work. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 September 2011

"Kelap Kelip Bike to Work Day 2011" Malam Ini

Heru Sri Kumoro | Robert Adhi Ksp | Jumat, 23 September 2011 | 17:38 WIB

Heru Sri Kumoro/KOMPAS Pesepeda dari sejumlah komunitas di Jakarta dan sekitarnya berkumpul di Kantor Kementrian Pemuda dan Olah Raga, Jakarta, untuk memperingati Bike to Work Day 2011, Jumat (23/9/2011). Selain di Jakarta, kegiatan kampanye untuk bersepeda tersebut juga digelar di sekitar 100 kota lainnya di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi Anda yang tadi pagi belum ikut "nggowes" dan pingin ikut kampanye bersepeda Bike to Work Day 2011, silakan bergabung malam ini, Jumat (23/9/2011) di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senayan.

Acara bertajuk Kelap-Kelip Bike to Work Day ini rencananya akan dimulai sekitar pukul 19.00. Rute yang akan dilalui yaitu Kantor Menpora Senayan - Jalan Gatot Subroto - Semanggi - Jalan Sudirman - Jalan Thamrin - Patung Kuda Indosat - Jalan Thamrin - Jalan Sudirman - dan finis di Kantor Menpora Senayan.

Untuk bersepeda malam hari, ada beberapa tips agar aman dan nyaman. Pertama, pastikan sepeda dalam keadaan baik. Pastikan rem berfungsi dengan baik. Kedua, gunakan lampu putih untuk penerangan dan lampu merah atau reflektor di belakang sehingga mudah dikenali oleh pengguna jalan lainnya.

Kenakanlah pakaian yang mencolok atau putih sehingga mudah dikenali. Ketiga, bawalah perlengkapan seperti toolkit sepeda dan ban serep untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Menurut Ketua Umum Bike To Work Indonesia, Toto Sugito kegiatan bersepeda malam hari dimaksudkan sebagai kampanye bahwa sepeda merupakan moda transportasi yang bebas macet dan tidak menyebabkan polusi. "Mari kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa Jakarta tidak macet asalkan warganya mau menggunakan sepeda,"jelasnya pagi tadi di Kantor Kemenpora.

Bike to Work Day 2011 digelar untuk memeriahkan HUT ke-6 komunitas Bike to Work Indonesia. Selain di Jakarta, Bike to Work Day juga dilakukan di sekitar 100 kota di Indonesia.

Di Solo, Jawa Tengah, Komunitas Bike to Work Chapter Solo menyerahkan donasi sepeda kepada siswa tidak mampu. Sepeda tersebut dirangkai dari onderdil sepeda sumbangan masyarakat Solo.


Sumber : http://megapolitan.kompas.com/

Jumat, 23 September 2011

Sejarah Logo Bike to WORK indonesia

om ndlahom18 Mei 2011,

Beberapa minggu terakhir ini di facebike hangat ngomongin logo b2w-indonesia, bahkan ada yang sempat nanya “bagaimana sih sejarah logo b2w?” dan kebetulan sekali, sekitar seminggu yang lalu saya ketemu dengan Om Abby Kahuna, salah satu pendiri sekaligus creator logo tersebut, dalam pertemuan tersebut saya sampaikan kepada beliau perihal pertanyaan kawan-kawan, gayung bersambut dan beliau email kepada saya perihal sejarah logo b2w-indonesia sekaligus sejarah b2w-indonesia dari pandangan om abby kahuna (baca juga sejarah b2w-indonesia menurut om Ozy di http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/sejarah_b2w

, tulisan berikut adalah isi email dari om abby yang tidak saya rubah kecuali penjelasan “waktu” saja, serta saya tambahkan di akhir note tentang “pergeseran” makna bike to work :

Berawal dari para maniak touring mountain bike yang sedianya dilakukan setiap hari sabtu dari pagi hingga sore bahkan sampai malam . bikers2 ini masih merasa kurang puas yang pada akhirnya seringkali dilanjutkan pada hari minggunya. Karena aktifitas ini dilakukan sangat rutin setiap minggunya maka hampir semua track di daerah jawa barat pernah dijajal

Pada suatu hari ditahun ….(2000-2002?) , bikers2 ini semakin menjadi2 sehingga gowes pada hari sabtu dan minggu pun masih dirasakan kurang , yang pada akhirnya muncul la ide untuk gowes pada hari kerja dengan tujuan rumah-kantor , dimulai dari penggila2 mountan bike yang bisa dikategorikan ‘maniak’ yang pada saat itu jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari mulailah ‘budaya’ bersepeda kekantor itu dimulai….

Karena konsistensi , dan didukung dengan mailing list mtb-indonesia , akhirnya bersepeda kekantor manjadi bagian dari aktifitas rutin yang pesertanya semakin hari jumlahnya semakin banyak , yang klimaksnya pada hari jumat , tanggal……….bulan…..tahun….kita berkumpul di sampoerna square (dahulu gedung bank danamon) …(om abby lupa waktunya,..kalo nggak salah inget tahunnya 2005-red) yang sekaligus mengkampanyekan sepeda sebagai alternatif transportasi untuk ketempat kerja

Karena kampanye bersifat sporadis, dimana setiap bikers dibebaskan dengan cara masing2 mengkampanyekan bersepeda ketempat kerja , pada akhirnya kita sepakat untuk menyeragamkan visi , misi agar kita kampanye dengan satu suara maka disepakatilah untuk membuat suatu komunitas yang mengidentifikasikan gerakan ini

Maka kita sepakat untuk membuat kepengurusan sementara (yang hanya membentuk koordinator dan publikasi) , akhirnya timbulah ide untuk membuat logo yang pada saat itu disayembarakan bebas tanpa hadiah atau imbalan

Berbagai ide logo bermunculan dengan konsep ,artistik dan gaya masing2 , yang pada akhirnya forum memutuskan logo yang kita gunakan sekarang ini sebagai logo komunitas

Arti logo adalah sebagai berikut:

  1. Lingkaran , bentuk dinamis yang berkesan berputar simbolisasi dari roda
  2. Warna kuning dan hitam , yang mana kuning diartikan waspada , dan hitam untuk kesan kontras sehingga mudah terlihat . mengadaptasi dari rambu lalulintas ,melambangkan komunitas ini lebih banyak berada di jalan raya
  3. Nama bike to work , yang berarti bersepeda ke tempat kerja, menggunakan bahasa inggris agar komunitas ini lebih universal tanpa mentargetkan hanya orang Indonesia yang berada dalam komunitas ini bahkan mendunia *)
  4. Jenis huruf Arial , yang mana jenis huruf ini jelas terbaca sehingga pesan lebih mudah sampai , dan dipilih huruf kecil semua menggambarkan dalam komunitas ini lebih didominasi oleh masyarakat kecil
  5. Jenis sepeda yang digunakan dalam logo adalah mountain bike , karena gerakan ini berawal dari komunitas tersebut
  6. Symbol sepeda dengan memanfaatkan dua huruf ‘o’ pada tulisan dan menghadap keatas mencerminkan komunitas ini akan naik dan berkembang terus
  7. Tulisan dalam lingkaran yang menyentuh garis tepi menggambarkan didalam komunitas ini tidak ada batasan golongan , usia maupun kelompok dan disatukan dalam lingkaran komunitas

Jakarta, Mei 2011

Abby Kahuna

*) Menyikapi perkembangan, maka pengertian bike to work saat ini, adalah Bersepeda untuk berbagai aktifitas, (kata “work” bukan bermakna kerja tetapi aktifitas)

Sumber : http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/sejarah_logo_b2w_indonesia

Kamis, 22 September 2011

SEJARAH : Bike to WORK Indonesia

Om, karena kami sudah mulai berkenalan dengan bike to work di hari ini, maka tak ada salahnya kami ingin mengenal lebih dekat apa itu B2W : ikutan SHARE ya....

Sejarah B2W

Ruskandar Jusuf28 Maret 2011, 22:0131 komentar di Kategori: Umum

Tulisan di bawah ini adalah tulisan Om Ozy yang saya upload dari dokumen pribadi saya seputar B2W. Mudah2an bermanfaat dan menjadi motivasi kita bersama untuk terus aktif melakukan kampanye B2W!

Assalamu'alaikum wr.wb dan salam sejahtera untuk kita semua,

Rekan-rekan tercinta yang saya hormati,

Mengingat banyak rekan-rekan yang belum dan ingin mengetahui sejarah slogan B2W, berikut ini adalah rangkuman perjalanan ter"PILIH"nya slogan/logo B2W.

Organisasi resmi Pekerja Bersepeda Indonesia, terlahir dari dipercayanya formartur Komunitas Pekerja Bersepeda yang diwakili oleh 3T (Taufik, Toto dan Tekad). Tugasnya tidak lain membentuk organisasi yang lebih formal dengan om Taufik Hidayat sebagai Ketum dan om Toto Sugito sebagai Ketua Harian yang terbentuk dibulan Mai 2005.

Singkat cerita, menjelang akhir tahun 2005 karena ada kepentingan pribadi, om Taufik Hidayat mengundurkan diri sebagai Ketum. Secara aklamasi pada rapat pleno Pengurus ditetapkan om Toto sebagai Ketua Umum, dan Ozy yang tadinya membantu sebagai Penasehat didaulat untuk membantu om Toto sebagai Ketua.

Pelan tapi pasti identitas dalam bentuk keseragaman slogan/logo mulai mencuatkan pemikiran yang lebih matang, kita harus mempunyai keseragaman sikap yang lebih baik.

Pada periode kepengurusan inilah kita mulai merasakan pentingnya suatu simbol komunitas yang baku dan standar. Dari sekian banyak usulan logo yang masuk, akhirnya logo hasil karya om Abby Kahuna yang dipilih untuk menjadi standar. Logo ini pulalah yang didaftarkan hak patennya.

Pembicaraan slogan yang diwujudkan dalam bentuk logo sebenarnya sudah menjadi bahan diskusi dari awal 2005. Diawali dengan ajakan dari pakdhe Momi untuk bergabung dalam komunitas pekerja bersepeda sekaligus membantu untuk membesarkannya. Mulailah terpikir sarana marketing apa yang bisa dilakukan. Jangan dibayangkan keadaanya seperti hari ini ya..., dimana berbagai bentuk merchandise sudah banyak tersedia, mulai dari jersey, kaos, pin, sticker bahkan biketag.

Atas inisiatip pakdhe Momi untuk membuat T-shirt sebagai seragam komunitas, maka saya dibantu oleh rekan yang kebetulan salah satu pendiri Dagado, akhirnya dibuatlah sekitar 160 buah T-shirt dengan dua jenis logo yang berbeda, kenapa tidak standar dan berbeda pula???

Kenyataannya diawal 2005 kala itu, kita memang belum mempunya logo yang standar. Jangankan logo, slogan yang di-usung-pun belum seragam. Akhirnya dari beragam macam usulan yang dibahas kesepakatan mengerucut pada 2 pilihan yakni "bike-to-Go" dan "bike-to-Work" dan pilihan inilah akhirnya menjadi disain pada T-shirt yang dibuat (lihat gambar terlampir).

Dalam pembahasan mengenai slogan ini sempat mencuat karena muncul pemikiran bagaimana dengan b2school, b2campus atau rekan2 pekerja yang sudah terlebih dahulu menggunakan sepeda untuk hidup, bike-for-work (b4w).

Kenapa tidak pakai terminologi yang lebih generik seperti bike-to-Go agar bisa mewakili keseluruhan pengguna sepeda.

Dari hasil browsing di internet, serta pengalaman pribadi dari beberapa rekan yang kebetulan sempat menghirup udara segar ketika tinggal di negeri keju. Akhirnya di "PILIH" dan di"SEPAKATI" untuk menggunakan terminologi "bike-to-work" . Hal ini dilakukan semata-mata hanya sebagai PILIHAN mengingat B2W memang sudah menjadi jargon yang lebih dikenal sehingga lebih memudahkan dalam mengkampanyekannya.

Memang untuk memudahkan pengertian makna "work" dalam kalimat singkat bike-to-work, disepakati bahwa makna "work" bisa diartikan seluas-luasnya termasuk "work" ke sekolah, kampus, atau apa saja.

Lalu salahkah kita kalau kita hendak mempromosikan B2S atau B2C, jelas tidak ...!!!, karena diluar sana program ini juga sudah mulai digalakkan kepada masyarakat. Lalu kenapa kita tidak mulai memasyarakatkan dari sekarang. Sekali lagi ini adalah masalah strategi yang kita pilih dan sepakati, mengingat kita B2S dan B2C membutuhkan pemikiran yang lebih matang dan bertanggung jawab. Jelaslah mengapa komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia, secara sadar dan sistematis memang memilih slogan "Bike-to-Work" .

Lalu, kenapa kita tidak mengikuti saja strategi yang ada dinegara maju? Perlu diketahui, tidak seperti kebanyakan negara-negara yang sudah sukses menerapkan program berSepeda sebagai sarana transportasi dengan membangun infrastruktur bersepeda yang memadai, sehingga bersepeda menjadi aman dan nyaman. Dimana negara-negara tersebut membangun infrastruktur bersepeda dengan inisiatif dan dukungan kuat dari pemerintahnya.

Katakanlah seperti Belanda yang akibat dari krisis BBM sekitar 40-50 tahun yang lalu, lalu pemerintah Belanda akhirnya mengeluarkan undang-undang serta peraturan terkait agar orang mau untuk menggunakanan sepeda sebagai sarana transportasi, dibarengi dengan dibangunnya sarana dan prasarana untuk berSepeda yang aman dan nyaman.

Demikian juga demikian kota Bogota, akibat dari kemacetan yang demikian parahnya, akhirnya pemerintah kota Bogota berinisiatif merubahnya dengan menggalakan sarana angkutan umum dan bersepeda yang nyaman dan aman.

Satu hal yang perlu dipahami, sekalipun kegiatan kampanye terkesan banyak menggarap masyarakat di level eksekutif, ini hanyalah strategi taktis untuk mempercepat program getok-tular. Diharapkan keterlibatan mereka akan memudahkan bagi karyawan dibawahnya mendapat dukung baik moril maupun prasarana parkir sepeda dan kamar mandi. Jadi jelas strategi yang kita pilih untuk menggalakan program B2W ini tidak membatasi siapa saja yang bisa terlibat, baik itu pekerja kantoran, pekerja pertokoan, pengusaha, buruh, pelajar, mahasiswa dan sebagainya.

Hal ini penting untuk dimengerti agar kita semua berusaha terus meningkatkan value dari komunitas B2W itu sendiri dalam satu kebersamaan, dan terbukti berhasil dengan mulai "melek"nya pejabat mulai dari level menteri hingga pemkot/pemda maupun dari level CEO hingga karywan biasa untuk melakukan aktivitas bersepeda ke tempat kerja. Bahkan tidak sedikit mahasiswa/mahasiswi serta adik-adik yang masih dibangku sekolah

berpartisipasi aktif dalam progam B2W ini.

Dengan semakin diakuinya eksistensi B2W-Indonesia, semakin besar fungsi tawar kita dan semakin cepat pula kemungkinan akan terwujudnya cita-cita yang kita canangkan, yakni terciptanya JALUR SEPEDA yang nyaman dan aman.

Jika impian di atas sudah menjadi kenyataan, barulah kita mulai berkampanye untuk B2S dan B2C seperti yang saat ini tengah digaungkan oleh negara-negara yang sudah beberapa langkah didepan kita. Namun untuk saat ini, saya menghimbau kepada rekan-rekan semua agar untuk bersabar, jika saatnya sudah tepat mari kembangkan program B2S dan B2C.

Semua yang kita lakukan seyogyanya adalah suatu pilihan, bukan masalah mana yang benar atau yang salah, jika dalam perjalanannya dirasa ada yang lebih efektif dan optimal, mari kita diskusikan secara bijaksana dan sepakati yang terbaik.

Semoga penjelasan singkat ini bisa memberi kejelasan kepada kita semua, agar kita bisa tetap bersatu dalam menggapai cita-cita dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dengan berSepeda. Apalagi sich yang bisa kita tinggalkan untuk generasi muda mendatang dari negeri tercinta Indonesia ini ...

Salam - Ozy

Ketua b2w-Indonesia

Rabu, 21 September 2011

Ingin mengetahui 30 hal tentang Bike to Work,

Hal-hal berikut adalah segala sesuatu yang ada dalam “gudang ingatan”ku perihal b2w-i
  1. Ketua umum pertama b2w-I adalah om Taufik Hidayat,..ingin mengenalnya ? sila cari akunnya di pesbuk, selanjutnya diteruskan oleh om Toto Sugito yang sebelumnya sebagai Ketua Harian
  2. Kepengurusan b2w-I pertama kali dibentuk pada Mei 2005,…
  3. Kampanye pertama b2w-I adalah tanggal 6 agustus 2004
  4. Tanggal 22 Juni 2005, om Toto membuat ajakan serius untuk membesarkan b2w-i
  5. Deklarasi aka hari lahir b2w-I adalah 27 Agustus 2005
  6. Salah satu tokoh mtb-I yang membidani lahirnya b2w-I tetapi tidak sempat menikmati tumbuhnya b2w-I, adalah almarhum Anton
  7. Tujuh orang yang tercatat dalam akte pendirian b2w-I adalah Toto Sugito, Taufik Hidayat, Tekad, Hendro Purnomo aka pakdhe momi, Indra Ghrawita aka Ighra, Ozy F Syarindra dan Susila Oktabri aka Abby,…dan b2w-I bisa berdiri karena seluruh penggiat mtb-I, khususnya JPG’ers
  8. Proses penetapan Logo b2w-I melalui lomba tanpa hadiah, yang akhirnya menetapkan logo buatan om Abby sebagai logo resmi b2w-I, salah satu peserta lainnya (yang aku tahu) adalah kang Cheppy Sulaiman
  9. Salah satu pencapaian besar b2w-I adalah ditetapkannya UU no 22 tahun 2009 oleh Pemerintah
  10. Event besar pertama yg diamanahkan Negara kepada b2w-I adalah BFEGTB 2007 (bicycle For Earth Goes To Bali)
  11. Kalau anda memiliki atau pernah melihat kaos merchandise berlogo b2w-I dibagian depan yg cukup besar, dan itu dinamakan kaos “tekad”…karena orang yang pertama kali menggunakan logo b2w-I dengan model seperti itu di kaosnya adalah om Tekad,..dan pembuatannya tidak di sablon alias digambar secara manual
  12. Yang disebut mascot b2w-I itu bukan logo, bukan juga jenis sepeda tertentu, tetapi Om Tekad hahahahahaaaa
  13. Sekretariat resmi sebelum di jl ahmad dahlan 20 (sekarang) adalah, di jalan Wijaya, dan sebelumnya berada di jl Duren Tiga (menyatu dengan Pelopor Adventure Camp),..baik di PAC,wijaya maupun ahmad dahlan pernah aku inepin xixixixxiiiii
  14. Pada Agustus 2008, perwakilan atau kontak wilayah b2w-I baru ada di 38 kota,..saat ini menjelang Agustus 2011 sudah mencapai hampir 150 kota…paling ujung barat ada di Sabang dan paling ujung timur ada di Merauke
  15. Tiga kegiatan pokok b2w-I adalah Edukasi, Sosial dan Kampanye (sepeda sebagai alat transportasi)
  16. Melalui Om Toto sebagai ketum, b2w-I merupakan bagian dari organisasi Climate Change Dunia yang dipimpin oleh Al-Gore
  17. Atas usaha om Dani Dewanto (salah satu pengurus saat ini), b2w-I menjadi bagian dari “warmshower.org” sebuah organisasi yang menaungi para petouring internasional, maka jangan heran jika hampir setiap bulan sekali b2w-I menerima tamu (petouring internasional) dari luar negeri
  18. Bekerja sama dengan salah satu produsen sepeda, telah membuat sepeda dengan merk b2w-I yang terdiri dari beberapa variant : mtb 26” warna hitam dan kuning, serta folding warna kuning ukuran 16” dan 20”
  19. Menjadi distributor masker hebat yang bermerk “toto bobo”
  20. Menjadi bagian dari konsorsium SUS (Sepeda Untuk Sekolah) bersama swiss contact,klub guru dan beberapa organisasi lainnya yang peduli dengan pendidikan di Indonesia
  21. Menjadi bagian dari tim perumus master plan tata transportasi DKI Jaya
  22. Di salah satu event bike to work day (tahunnya dirahasiakan),..sang om ketua panitia terpaksa menggadaikan mobilnya karena duit sponsor belum jelas “jluntrungannya” weeeeehhh tob markotob
  23. Saat b2w day pertama (2006), b2w-wilayah yang pertama kali datang berombongan adalah b2w-Tangerang aka Ranger (dulu disebut garang) dengan 21 pesepeda,…..whuheheheheeee kenapa bisa lebih cepat dari yang lain ? karena (takut telat) diputuskan untuk naik kereta ke st.duri….dan dalam rombongan itu ada orang bego dari solear yang bela-belain nite ride 75km saat pulang ke rumahnya, alhasil sampai rumah sudah menjelang dini hari
  24. Sambungan nomor 23, saat balik ke Tangerang, pesepeda menjadi 31 orang,..dan…sempat kesasar “masuk” dapur rumah orang,….untung nggak dikeroyok warga sekampung jiakakakaakkkk
  25. Logo berjudul “b2w-indonesia” telah resmi didaftarkan dan tercatat di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI direktorat jendral Hak Kekayaan Intelektual pada tanggal 7 Maret 2006
  26. Dulu kalau mau nyawer buat kas organisasi ditransfer ke rekeningnya om beben, kadang juga saweran saat makan bareng….ada satu orang yg keliling kayak pengamen hahahahaaaa
  27. Seringkali jika ada warga baru dan dipanggil om atau tante akan bilang begini : aku masih muda loh nggak pantes ah dipanggil om,…atau kalimat lain yang senada dengan hal tersebut,….
  28. Sebutan website b2w-I adalah Facebike,..sebuah istilah yang diusulkan oleh om Yohanes yang biasa dipanggil Cak Yoh,..kenapa facebike ? coba cari tahu sendiri jawabannya..heheheheeee bandingkan dengan face….yang satunya itu
  29. Sebelum ada facebike yang indah ini, dulu untuk komunikasi kegiatan menggunakan ini : http://b2windonesiasupp.multiply.com/ juga di b2w-indonesia.tk
  30. Sekretariat b2w-I disebut sebagai Rumah Sepeda Indonesia (RSI),..di beberapa wilayah juga menggunakan istilah Rumah Sepeda, seperti Rumah Sepeda Juwingan (b2w-surabaya), Rumah Sepeda Mojokerto
  31. Dulu om Toto (ketum sekarang), paling rajin ngebom sms kepada anggota,..isinya macem-2, bisa ajakan nggowes bareng, motivasi, dll…..suatu ketika sempat keceplosan ngomong kalau tagihan telepon tembus angka dua juta liwat dan hampir semuanya urusan baiktuwek….waaaahhh…..(upps maap om toto,..dibocorin)
  32. Memperoleh berbagai penghargaan dari berbagai institusi dan berbagai pencapaian lainnya,..simak di.. http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/sudah_sampai_mana_b2w_indonesia_di_awal_2011
  33. Dan ………ternyata masih banyak orang “keliru” didalam memandang b2w-I,..apa saja kekeliruannya ?, lihat di mari : http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/kelirumologi_b2w_indonesia
sumber : http://b2w-indonesia.or.id/